Zea's Eyes

SEE THE WORLD FROM MY EYES

Kisahku bukanlah kisah terindah yang ada di bumi ini
Tapi kisahku mengajarkan aku dengan caranya sendiri
tentang arti hidup
Yang tidak seorangpun mampu mengerti dengan cara ini
Kecuali aku sendiri

Senin, 21 Juli 2008

Hari penuh debu

Udara yang kuhirup di hari-hariku bercampur dengan debu jalanan
dan dosa-dosa melintas diantara mata batas pandanganku
seakan menjadi biasa
seakan api yang menanti untuk membakar itu padam
seakan hilang segala batas kepantasan
seakan manusia menguasai batas umurnya

Dan diantara debu-debu ini ku melangkah
memberi hitam di bekas langkah kaki
dan tercatat di catatan yang tak pernah luput dari aku
sedang bumi menyaksikan dan akan menjadi saksi
setiap dzarah ditubuhku menjadi saksi

Mulut-mulut bungkam ketika mata menyaksikan kefasikan
sedang kaki terus melangkah dalam gelap dan hilang
mengingkari kelalaian dan rihda dalam lalai
mendzalimi diri dan memaklumi
merasa senang dengan tumpukan dosa yang bertambah-tambah

Dan mengapa wajah menatap aneh
pada tangan yang memegang sunnah
pada lidah yang berzikir
pada mata yang menunduk
inikah akhir dzaman itu...

Astagfirullah... ya Allah... ya Rahman...
Tanpa pertolongan Mu aku hilang
jangan hukum kami atas kelalaian kami
kasihanilah kami...
ampuni kami... ampuni aku... ampuni aku...

Tidak ada komentar: