Apakah ini yang hendak diikuti sebagian kaum Muslimin …
1.SEKULARISME ialah suatu isme (aliran pemikiran / pemahaman) yang mempercayai dan meyakini serta “mengimani” bahwa agama harus dipisah dari negara, sehingga dalam mengelola negara tidak boleh membawa simbol / atribut agama, apalagi ajaran agama. Dalam prakteknya, SEKULARISME telah menjadi suatu IDEOLOGI yang ANTI AGAMA, bahkan MEMUSUHI AGAMA.
2.PLURALISME ialah suatu isme (aliran pemikiran / pemahaman) yang mempercayai dan meyakini serta ”mengimani” bahwa semua agama SAMA dan BENAR, sehingga SIAPA PUN - termasuk Nabi dan Rasul sekali pun - TIDAK BERHAK mengklaim ajaran dan agamanya yang paling benar. Dalam prakteknya, PLURALISME telah menjadi suatu IDEOLOGI LINTAS AGAMA yang mencampur-adukkan ajaran semua agama.
3.LIBERALISME ialah suatu isme (aliran pemikiran / pemahaman) yang mempercayai dan meyakini serta “mengimani” bahwa manusia memiliki KEBEBASAN MUTLAK, sehingga SIAPA PUN - termasuk Tuhan sekali pun - TIDAK BERHAK untuk mewajibkan / mengharamkan sesuatu atas manusia, karena WAJIB / HARAM adalah pemasungan kebebasan dan pemerkosaan HAM. Dalam prakteknya, LIBERALISME telah menjadi suatu IDEOLOGI yang MEMBOLEHKAN berbagai kemunkaran, seperti : pornografi / pornoaksi, perzinahan, pemurtadan, aliran sesat dan penistaan agama.
(Pledoi Habib Rizieq Syihab,bag 2 : http://fpi.or.id/artikel.asp?oy=cat-21 )
Berhati-hatilah atas permainan kata-kata yang kelihatannya sepintas lalu baik dan benar, namun dibalik kata-kata itu ada fitnah yang besar dan tanpa disadari sang penganut faham tersebut telah terjerumus memusuhi ajaran agamanya sendiri. Nauzubillah…
Lebih baik kita ikuti saja jalan para ulama terdahulu, yang tersambung dari guru-guru mereka yang mulia hingga ke Nabi tercinta Muhammad SAW. Tidak perlu tergoda mengikuti pemaham-pemahan baru, tidak perlu menggunakan kata-kata baru, tidak perlu mencari-cari penafsiran baru, karena ajaran agama ini telah bertahan selama 14 abad, bukan waktu yang sebentar… karena sudah banyak ulama-ulama yang hebat-hebat mengkaji dan menafsirkan untuk kita. Karena siapa lagi yang lebih dekat dengan ajaran Nabi Muhammad SAW selain para sahabat yang hidup semasa beliau SAW lalu para waliAllah terdahulu yang hidup setelahnya. Apalah artinya kita dibanding mereka, sedang isi Al-Qur’an saja belum tentu kita sanggup menghafalnya, apa lagi ilmu Hadist…
Sungguh agama kita ini telah sempurna hingga hari kiamat nanti. Tidak butuh kita dengan pemahaman barat, tidak butuh kita dengan istilah2 mereka, tidak butuh kita dengan cara pandang mereka, tidak butuh kita dengan kebiasaan-kebiasaan mereka… Apakah masih akan kita mengikuti mereka sedang kita telah memiliki Islam…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar